Inilah Perbedaan Burung Merpati dengan Burung Dara (Foto: Reuters)
JAKARTA - Inilah perbedaan burung merpati dengan burung dara yang sering dianggap sama. Burung merpati dan burung dara merupakan dua jenis burung yan cukup familiar, baik di kalangan pecinta burung maupun masyarakat umum lainnya.
Banyak orang masih mempertanyakan apakah kedua jenis burung tersebut sama atau berbeda?
Anggapan bahwa burung merpati dan burung dara merupakan jenis burung yang sama adalah benar. Kedua burung ini dianggap sebagai satu hewan yang sama, karena jika dilihat sekilas dari bentuk fisik tidak ditemukan perbedaan di antara keduanya.
Kemudian mengapa kedua burung ini disebut dengan sebutan yang berbeda? Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan antara burung merpati dan burung dara.
Perbedaan Burung Merpati dan Burung Dara
Perbedaan paling mendasar mengapa burung ini mendapatkan dua sebutan, karena pada dasarnya disetiap daerah menyebutkan burung ini secara berbeda.
Di daerah A burung yang masih menjadi anggota keluarga Columbidae, disebut sebagai burung merpati. Sedangkan di daerah B burung ini disebut dengan nama burung dara.
Perbedaan kedua yaitu penyebutan burung merpati erat disebut untuk burung yang digunakan untuk lomba, seperti merpati balap. Sedangkan burung dara lebih sering disebut untuk burung pendaging atau yang dapat dikonsumsi.
Perbedaan penyebutan yang ketiga menurut praktik ortinologi menjelaskan bahwa istilah burung dara digunakan untuk spesies burung yang berukuran lebih kecil. Sedangkan istilah burung merpati digunakan untuk spesies yang lebih besar.
Berasal dari family yang sama yaitu Columbidae dari Ordi Columbiformes, ternyata varietas keluarga burung merpati atau dara memiliki populasi yang besar di wilayah Indomalaya dan Ekozona Australasia.
Burung ini dapat ditemukan di wilayah Australia, Kepulauan Pasifik Barat, dan wilayah Asia Tenggara yang memiliki iklim tropis.
Jika dideskripsikan burung merpati dan dara tidak memiliki perbedaan. Di mana burung ini memiliki badan yang gempal, berleher pendek, paruh yang pendek dan ramping, serta cere yang berair.
Selain itu untuk merawat burung merpati atau dara juga tidak terlalu sulit, karena makanan burung ini cukup mudah untuk ditemukan seperti, biji-bijian, padi, gandum, jagung, buah-buahan dan tanaman.
Hal unik dari burung merpati atau dara jantan atau betina yaitu mereka dapat menghasilkan zat yang bernutrisi yaitu susu tembolok, yang diberikan sebagai makanan para bayi-bayi burung.
Berbicara tentang bayi-bayi burung ternyata burung merpati atau dara memiliki sifat yang sangat peduli dengan anak-anaknya. Melihat siklus kawin burung ini berawal melalui rayuan yang dilakukan oleh burung jantan dengan menempel terus pada burung betina, kemudian siklus kawin akan dilakukan dengan membangun sarang diatas pohon.
Usia kawin burung ini ketika berumur 5 sampai 8 tahun. Di mana seteleha berhasil kawin dalam jangka watu 7 sampai 10 hari, maka burung betina sudah siap untuk bertelur. Sekali bertelur dapat menghasilkan 1-2 telur, dan telur-telur tersebut akan dierami secara bergatian oleh burung jantan maupun betina selama 18-22 hari.
Demikian pembahasan mengenai perbedaan antara burung merpati dan burung dara. Faktanya kedua burung tersebut merupakan satu spesies yang sama dan dari keluarga yang sama, yang menjadi pembeda hanya sebutannya di kalangan beberapa kondisi.
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
0%0% menganggap dokumen ini bermanfaat, Tandai dokumen ini sebagai bermanfaat
0%0% menganggap dokumen ini tidak bermanfaat, Tandai dokumen ini sebagai tidak bermanfaat
Untuk membudidayakan burung merpati atau burung dara cukup mudah. Setelah memilih induk pasangan yang berkualitas, anda sudah dapat memulai bisnis yang akan mendatangkan keuntungan yang sangat menjanjikan.
Saat masa perkawinan tiba, akan berlangsung pada umur 5-8 bulan. Sedangkan produksi telur pada puncaknya akan terjadi antara umur 12-18 bulan dan terus berlangsung sampai 2-3 tahun. Umur produksi yang masih dianggap menguntungkan yaitu tidak lebih dari 5-6 tahun.
Perilaku perkawinan ditandai dengan sikap pejantan yang mulai dengan suatu kegiatan persiapan untuk kawin yaitu dengan menggembungkan temboloknya, bulu-bulu dimekarkan, sayap direbahkan serta memperlihatkan penampilan yang tenang.
Bila seekor betina menerima pejantan itu maka pasangan itu mulailah bersatu untuk meneruskannya. Maka setelah kawin, pejantan akan mencari bahan-bahan untuk membuat sarang di dalam petak kandangnya.
Setelah sarangnya selesai, betina akan mengeluarkan teurnya yang pertama. Telur yang kedua biasanya dikeluarkan dalam 24 jam berikutnya. Tiap kali masa bertelur, dapat diharapkan dua butir telur atau dua ekor anak bisa dihasilkan. Pengeraman akan segera dimulai dan dilakukan oleh pasangan itu, baik induk maupun pejantannya.
Karena betina lebih banyak melakukan kegiatan pengeraman, dan pejantan menggantikannya dalam waktu singkat yaitu dari pagi sampai siang. Telur yang pertama akan menetas dalam 17-18 hari, diikuti oleh telur yang ke dua 48 jam berikutnya.
Masalah gizi untuk merpati hampir sama saja dengan jenis-jenis unggas lainnya. Satu perkecualian adalah merpati membutuhkan grit untuk membantu menggiling dan mencerna biji-bijian yang di makan. Sebenarnya cukup sederhana saja kalau kita perhatikan, kebanyakan dari kita cukup memberikan biji-bijian seperti jagung yang kering.
Pemberian biji-bijian yang masih basah atau segar (baru dipanen) dapat menimbulkan diare atau bahkan kematian pada anak maupun merpati dewasa. Pakan merpati minimum mengandung kadar protein 14%. Konsumsi biji-bijian merpati antara 100-150 gram/ekor/hari.
Pemberian pakan sebaiknya dengan frekuensi dua kali dalam sehari pada jam yang hampir sama yaitu antara matahari terbit sampai jam 9 pagi serta antara pukul 16.00WIB sampai matahari terbenam. Konsumsi hijauan tiap harinya adalah sekitar 100-150 gram untuk setiap pasang merpati.
Kandang merpati pada dasarnya ada dua macam, yaitu kandang pasangan tunggal (single pair) dan kandang pasangan ganda (multiple pair).
Kandang seharusnya menghadap ke arah sinar matahari, akan tetapi untuk Indonesia (tropis) tidak masalah karena cahaya matahari tersedia dalam jumlah yang melimpah. Kalau kita memperhatikan di perdesaan atau lingkungan kota, kandang merpati (pegupon) ditempatkan di depan rumah atau di atas rumah akan tetapi tetap mengikuti prinsip-prinsip di atas.
Peralatan untuk beternak burung merpati tidaklah semahal yang kita bayangkan, bahkan peralatan ala kadarnya pun sudah cukup. Peralatan yang diperlukan untuk beternak merpati antara lain tempat pakan, minum, tempat untuk grit, nesting bowl, dan tenggeran.
Tempat pakan, minum dan grit bisa kita beli di pasar-pasar burung atau kalau ingin berhemat kita buat dari bambu pun jadi, sedangkan untuk sarang kalau bisa berbentuk cekung. Bentuk yang cekung akan dapat membuat nyaman merpati untuk mengerami telurnya dan mencegah anaknya yang masih kecil terjatuh.
Mata anak merpati akan mulai terbuka dan bulu mulai tumbuh. Pada tahap ini anak merpati mulai memanfaatkan biji-bijian bersamaan dengan susu merpatia dari induknya. Pada umur 25 hari anak-anak dipilihi mana yang bisa segera dipotong atau dijual.
Penjualan biasanya pada umur 26-30 hari, karena standar untuk menetapkan kapan anak sudah bisa dijual atau belum, apabila anak merpari telah tumbuh bulu-bulu jarum dibawah sayap dan di badannya. Apabila bulu jarum itu belum lengkap maka penjualan bisa ditunda 2-3 hari ke depan. Dan mulailah anda meraup keuntungan.
Email: [email protected]
Saya menggunakan vaksin Medivac ND-IB untuk vaksinasi burung merpati. Bagaimana cara vaksinasi yang benar? Berapa dosis yang diberikan? Kemudian pengulangan vaksin kedua dan ketiga jeda waktu berapa lama?
Terima kasih Bapak/Ibu Levin atas pertanyaan yang disampaikan. Vaksin Medivac ND-IB merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit Newcastle Disease (ND) dan Infectious Bronchitis (IB) pada unggas. Penyakit tersebut merupakan penyakit akibat virus yang dapat menyebabkan penyakit pada unggas, tidak terkecuali merpati.
Penyakit ND diakibatkan oleh Newcastle Disease Virus atau Avian Paramyxovirus-1 dari famili Paramyxoviridae. Penyakit ND dapat menular secara kontak langsung dengan merpati yang sakit, melalui peralatan peternakan, udara, peternak, dan unggas lain. Penularan dapat melalui inhalasi (terhirup/melalui saluran pernapasan) dan ingesti (termakan/melalui saluran pencernaan). Setelah menginfeksi merpati, virus ND akan menimbulkan gejala klinis setelah 2-15 hari. Cepat lambatnya masa inkubasi serta munculnya gejala klinis dan perubahan anatomi pada organ dipengaruhi oleh jenis virus ND, dosis atau konsentrasi virus yang menginfeksi, umur merpati, status imunitas, dan kondisi lingkungan.
Berdasarkan pemantauan personil kami di lapangan, penyakit ND pada merpati masih sering terjadi dan perlu diwaspadai. Gejala klinis dan perubahan patologi anatomi akibat serangan ND akan ditemukan pada organ pernapasan, organ pencernaan, sistem saraf maupun organ reproduksi. Merpati menjadi batuk, susah bernapas, ngorok, dan terdapat lendir yang keluar dari hidung. Gejala-gejala tersebut merupakan gangguan pernapasan yang sering muncul pada kasus ND pada merpati.
Gejala lainnya, nafsu makan hilang, feses berwana hijau dan kadang-kadang terdapat gumpalan putih, gemetaran, gejala kelainan syaraf (kelumpuhan pada kaki dan atau sayap, leher terpuntir/torticollis). Angka kesakitan akibat ND relatif tinggi, yaitu 80-100%, dan angka kematiannya bisa mencapai 100%. Penyakit ini perlu diwaspadai agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar.
Sedangkan penyakit IB disebabkan oleh virus dari golongan Coronavirus. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dhivahar, dkk. (2018) Coronavirus dijumpai menginfeksi burung merpati dengan uji secara biologi molekuler menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Namun IB pada merpati tidak memberikan gejala klinis yang khas dengan tingkat kesakitan dan kematian yang relatif rendah. Merpati dapat menunjukkan gejala berupa keluarnya lendir dari hidung, sulit bernapas sehingga berusaha menarik napas dengan menjulurkan leher ke depan dan membuka paruhnya lebar-lebar, ngorok, bersin, batuk, mata terlihat berair dan selaput niktitan (selaput mata dalam) kemerahan atau radang. Merpati tampak lemas, nafsu makan dan minum turun.
Kerugian yang dapat ditimbulkan penyakit ND dan IB cukup tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi menggunakan vaksin Medivac ND-IB. Pemberian vaksin dapat dilakukan mulai merpati berumur 5-7 hari dengan cara tetes mata atau tetes hidung sebanyak satu dosis (satu tetes). Vaksinasi dapat diulang kembali pada umur 30 hari dengan cara dan dosis yang sama. Namun untuk penerapan program vaksinasi dapat disesuaikan dengan kondisi peternakan masing-masing.
Selanjutnya dilakukan revaksinasi ND setiap 2-3 bulan sekali dengan Medivac ND-IB. Vaksinasi hanya diberikan kepada merpati dalam kondisi sehat dan untuk membantu keberhasilan vaksinasi dapat diberikan Vita Stress-B pada air minumnya selama 3 hari sebelum dan sesudah vaksinasi. Upaya pencegahan penyakit tidak hanya dengan vaksinasi saja, perlu didukung dengan penerapan biosecurity yang baik. Contohnya membersihkan kandang secara rutin dan desinfeksi kandang menggunakan desinfektan (Antisep/Neo Antisep).
BUDIDAYA BURUNG MERPATI Daging